Remote Control VNC untuk Linux dan Windows
July 30, 2008 by lumeks
Remote Control VNC untuk Linux dan Windows
VNC adalah sebuah software remote control, dimana dg melalui
software ini suatu komputer dapat melakukan akses untuk bekerja di
suatu komputer lain yg terhubung dg jaringan. Hal ini dapat dilakukan
baik dalam lingkungan LAN (Local Area Network) yg relatif berjarak
dekat sampai dalam jaringan internet yg dapat berjarak ribuan
kilometer.Teknologi remote control sebenarnya bukanlah barang baru.
Kehadiran teknologi ini sudah cukup lama di dunia komputerisasi. Di
dalam dunia operating system UNIX beserta keluarganya, komunikasi
remote sudah sangat biasa dilakukan oleh penggunanya. Operating system
yang berbasiskan UNIX memang telah dikenal lama sebagai salah satu
operating system jaringan yang menonjol dalam aplikasi-aplikasi
jaringan termasuk fasilitas untuk mengontrol komputer melalui jaringan
dari jarak jauh yang juga telah dilengkapi dengan fasilitas keamanan
yang sangat baik. Maka dari itulah teknologi remote control pada
awalnya lebih banyak digunakan di lingkungan Unix, termasuk juga dalam
operating system Linux.
Remote control di Linux/Unix yang secara native menggunakan command
shell dilakukan hanya dengan menampilkan teks saja. Ini karena semua OS
clone Unix dapat dioperasikan hanya dengan command text. Contoh yang
paling banyak digunakan adalah koneksi SSH. SSH merupakan fasilitas
remote yang building pada semua operating system Linux. Selain bisa
menyediakan koneksi remote, SSH juga cukup aman untuk digunakan.
Setelah mengetikkan command text pada baris pertama, sistem akan
meminta untuk dimasukkan password. Dan setelah password dimasukkan
secara benar, maka tampilan prompt akan berubah menjadi tampilan prompt
di komputer remote seakan-akan kita sedang berada di depan komputer
remote yang mungkin saja berjarak beberapa meter ataupun ribuan
kilometer dari komputer client.
Tetapi karena pada tahun2x belakangan ini, terutama dg berkembangnya
sistem operasi Macintosh & Windows yang berbasis grafis (yg juga
diikuti secara pesat oleh Linux), maka muncul kebutuhan yang lebih
besar lagi untuk menggunakan remote control yang tidak sekedar dapat
menampilkan text saja. Maka kemudian muncullah program-program remote
control yg berbasis grafis seperti PCAnywhere, Radmin, dll. Salah satu
dari software remote control berbasis grafis yang terkenal adalah VNC
(Virtual Network Computing) yg akan kita pakai di sini.
Penggunaan Remote Control sangat membantu pekerjaan seorang
administrator jaringan yang membutuhkan suatu tool yang handal untuk
dapat menjangkau seluruh komputer yang ada dalam jaringannya atau
karena suatu sebab tidak dapat berada di depan komputer yang
bersangkutan, sehingga perbedaan lokasi yang jauh tidak menjadi masalah
untuk dapat melakukan pekerjaan sehari-hari. Teknologi remote control
saat ini sudah cukup maju dengan adanya software-software semacam VNC
yang sangat powerfull karena kecepatannya, tampilannya yang berbasis
grafis, dapat dijalankan menggunakan browser, dan dapat digunakan sama
baiknya dalam platform komputer yang sama maupun dalam platform
komputer yang berbeda seperti lintas platform antara Linux dan Windows.
Karakteristik VNC
Karekteristik yang merupakan keunggulan dari software VNC dibanding software-software sejenis adalah :
1. Multi platform.
Software VNC ini dapat digunakan dengan baik di lingkungan Windows,
Linux, Beos, Macintosh, Unix dll. bahkan penggunaannya juga dapat
dilakukan secara lintas platform. VNC client & VCN server dapat
saling diakses misalnya dari sistem Windows ke sistem Linux, maupun
dari sistem Linux ke sistem Windows.
2. Client-server.
Software terdiri dari aplikasi server & client dan harus diinstall
di kedua sisi. Bagi orang-orang tertentu hal ini mungkin malah
merepotkan, tapi ini juga berarti melindungi privacy komputer yg
menggunakan VNC yang diniatkan untuk sesuatu yang positif.
3. HTTP support. VNC dapat diakses menggunakan default port 5900 atau 5901 untuk TCP maupun port 5800 atau 5801 untuk HTTP.
Jadi sebuah VNC server juga dapat diakses oleh VNC client menggunakan
sebuah browser seperti Mozilla Firefox, Opera, dan Internet Explorer
dengan menggunakan java aplet.
4. Transparan. VNC
adalah sebuah program yang sopan, tidak seperti beberapa software
remote desktop lain yang menyembunyikan keberadaan dirinya dari user
awam sehingga dapat dikategorikan sebagai sebuah software trojan yang
akan dideteksi oleh software antivirus. Apabila sebuah komputer Windows
dipasang VNC server, akan muncul sebuah icon kecil logo VNC di sebelah
kanan taskbar yang akan berubah warna apabila komputer tersebut sedang
diakses. VNC juga mengharuskan kita memasang password untuk bisa
diaktifkan. Sebelum password dipasang, ia tidak akan mau bekerja.
5. Across internet.
VNC dapat digunakan across internet. Cukup mengetahui nomor IP Address
dan password VNC tujuan, kita dapat memperlakukannya menjadi program
semacam PCAnywhere untuk mengontrol komputer dari jarak jauh melalui
Internet.
6. Open Source. VNC bersifat Open
Source dengan lisensi GPL (General Publik License). Dengan sifatnya
ini, kita bisa dengan leluasa menggunakan dan mendistribusikannya,
meski tentu saja harus mengikuti sifat lisensi open-source-nya. VNC
telah disediakan secara gratis sejak tahun 1988 dan telah didownload
lebih dari 50 juta copy
VNC menggunakan protokol yang sederhana berbasiskan RFB (Remote Frame Buffer). Protokol ini memungkinkan aplikasi remote mengupdate framebuffer
yang ditampilkan di pengguna. Viewer di VNC tersedia untuk sistem UNIX,
Linux, MS Windows, bahkan PDA. Saat ini VNC memang telah berkembang
menjadi beberapa versi yg masing-masing juga dapat dijalankan dalam
platform yang berbeda-beda, misalnya saja RealVNC (www.realvnc.com), TightVNC (www.tightvnc.com), dan metaVNC
(http://sourceforge.net/projects/metavnc). RealVNC sekarang juga telah
mempunyai versi Free, Personal edition, dan Enterprise edition,
masing-masing punya harga & kemampuan yang berbeda-beda.
Instalasi VNC di Windows XP
Untuk platform Windows kita bisa menggunakan software RealVNC yg
cukup bagus dan juga dapt digunakan secara gratis. Misalnya di sini
kita memakai : vnc-3.3.7-x86_win32.exe.
Instalasi software VNC di Windows sangat mudah, hanya dengan
menjalankan file executable instalasinya saja, mengikuti step-step
instalasi yang semuanya menggunakan form-form grafis, kemudian VNC
sudah siap untuk digunakan. Step-step singkat instalasinya adalah
sebagai berikut :
1. Double-click pada file instalasinya, misalnya : VNC.3.3.7-x86_win32.exe.
2. Setelah tampilan window welcome & perjanjian lisensi,
instalasi akan meminta memasukkan lokasi software & komponen apa
saja yang dipilih.
3. Lalu setelah menentukan folder untuk start menu, instalasi akan
meminta kita untuk memilih beberapa opsi tambahan berupa pembuatan icon
di desktop & mendaftarkan sebagai system service.
4. Setelah tampilan review, instalasi akan berjalan sampai selesai.
Setelah itu VNC akan meminta kita memasukkan password untuk dapat
menjalankan service-nya dan memberi check pada bagian Accept Socket
Connections. Enable Java Viewer akan mengaktifkan kemampuan akses VNC
menggunakan Java aplet. Sedangkan beberapa opsi lain adalah untuk
disconnect & tampilan secara remote. Setelah click Apply & OK
maka instalasi VNC server & client di Windows XP telah selesai dan
dapat langsung digunakan.
5. Sampai di sini service VNC di Windows telah dapat digunakan baik sebagai server maupun client.
Instalasi VNC di Linux Mandriva 2007.1
Untuk platform Linux di sini kita menggunakan software TightVNC yang merupakan pengembangan dari VNC standard yg juga dapat digunakan secara gratis. Versi VNC ini dirancang untuk penggunaan remote control untuk media jaringan yang lambat seperti koneksi dial-up modem.
Karena itu akses dari VNC versi ini sangat cepat sesuai sifatnya yang
memang dirancang untuk penggunaan jaringan dengan koneksi terbatas.
Software ini sudah include dalam distro Linux Mandriva 2007.1 yang kita
pakai di sini. Tinggal melakukan instalasi saja. Software-software
tersebut adalah :
- tightvnc-server-1.2.9-16mdv2007.1
- tightvnc-doc-1.2.9-16mdv2007.1
- x11-server-xvnc-1.2.9-16mdv2007.1
- tightvnc-1.2.9-16mdv2007.1
Instalasi VNC di Linux secara basic adalah menggunakan command text
yang diketikkan dalam shell. Misalnya untuk distro-distro Linux turunan
Red Hat dapat menggunakan metode instalasi RPM (RedHat Package Manager).
Satu masalah yang sangat menyulitkan pengguna Linux dalam hal instalasi adalah masalah dependensi atau
ketergantungan suatu software dengan software lain. Jadi kalau
instalasi tidak mau berjalan karena software membutuhkan sebuah
software lain yang jadi syaratnya, kita harus menginstalkan dulu
software dependensi-nya itu yang mungkin juga masih membutuhkan
software lain lagi untuk berjalan.
Karena di sini kita menggunakan Linux distro Mandriva 2007.1, sebuah
distro yg juga merupakan turunan dari distro RedHat, jadi dalam
penginstalan aplikasinya dapat menggunakan metode instalasi RPM yg
lebih mudah daripada melakukan penginstalan dari source code. Bahkan
dalam keluarga distro Mandrake/Mandriva seperti pada Mandriva 2007.1
ini sudah dilengkapi dengan tool tambahan untuk kemudahan penginstalan
suatu paket software di dalam shell, yaitu “urpmi”.
Bahkan keluarga distro ini juga sudah menyediakan suatu tool installer
software berbasis grafis yg sangat bagus yg terdapat pada semacam
control panel yg bernama MCC (Mandriva Control Centre). Instalasi via shell untuk software tightvnc seperti berikut (sebagi root) :
# urpmi vnc
maka software tightvnc akan terinstall lengkap dengan semua dependensinya.
Sedangkan instalasi dengan tampilan grafis menggunakan MCC adalah sebagai berikut :
1. Buka (double click) menu Configure Your Desktop di Linux Mandriva 2007.1 sehingga muncul window MCC Kemudian pilih tab sebelah kiri pada bagian Software Management
2. Buka bagian Install Software Packages, search dengan kata “vnc”, maka software2x yang berhubungan dengan vnc akan muncul. Kemudian pilih yang akan diinstall.
3. Klik Apply, maka proses instalasi akan berjalan menginstalkan
software yang dipilih berikut semua dependensi yang dibutuhkan olehnya.
4. Setelah semua software yang dibutuhkan terinstall, dapat dilakukan
pengecekan dengan menggunakan RPM untuk memastikan semua software yang
dibutuhkan sudah terinstall.
# rpm -qa |grep vnc
maka sistem akan menampilkan software2x yg berhubungan dg vnc yg telah terinstall.
5. Langkah berikutnya adalah melakukan setting terhadap aplikasi
vncserver agar komputer Linux dapat di remote dari komputer lain
melalui jaringan. Caranya adalah dengan mengetikkan :
# vncserver :1
Maksudnya adalah menyuruh vncserver untuk membuka koneksi remote dari luar untuk virtual desktop 1
(hal ini karena tidak seperti Windows, Linux mempunyai banyak virtual
desktop). Kemudian sistem akan meminta untuk memasukkan password.
Setelah password dimasukkan, maka vncserver sudah aktif dan siap untuk
di remote dari komputer lain. VNC server juga akan membuat sebuah
script yaitu .vnc/xstartup yang akan diletakkan di home direktori user
yang digunakan waktu melakukan setting vncserver. Jadi letak dan isi
dari file script ini akan berbeda tergantung dari siapa user yang
sedang aktif saat melakukan setting, dan sistem Linux (distro) apa yang
digunakan.
6. Kemudian terakhir adalah memastikan service vncserver berjalan dengan baik dengan melakukan perintah :
# /etc/init.d/vncserver start
# /etc/init.d/vncserver restart
Menggunakan VNC di komputer Windows
Cara menggunakan VNC di desktop Windows sangat mudah, karena dapat
langsung diakses dari menu Start ataupun dengan klik dua kali pada icon
yang ada di desktop (kalau fasilitas ini diinstall pada saat instalasi
program). Kemudian akan muncul sebuah window untuk memulai koneksi
dengan memasukkan IP address atau nama komputer tujuan yang akan
diakses.
Sebelum mulai membuka koneksi, kita masih bisa memilih beberapa opsi yang mungkin akan digunakan dengan mengklik tombol Options.. maka akan muncul window Connection Options… yang bisa digunakan untuk melakukan setting penggunaan mouse, kemudian untuk Display bisa dipilih hanya untuk view saja atau Full-screen mode. Sedang pada bagian Misc terdapat opsi-opsi untuk menshare koneksi dengan user lain dan mendisable clipboard transfer.
Menggunakan VNC di komputer Linux
Menggunakan VNC di komputer Linux sedikit lebih sulit karena
biasanya VNC tidak langsung membuatkan menu atau sebuah icon shortcut
di desktop, tapi kita harus mengetikkan perintahnya langsung dari shell
atau membuat icon shortcut sendiri secara manual. Cara menjalankan VNC
dari shell adalah dengan mengetikkan perintah sbb :
> vncviewer (Tekan Enter)
maka akan muncul menu untuk menuliskan IP address atau nama komputer dan password seperti ini :
Atau bisa juga dengan langsung menuliskan command-nya di shell
secara lengkap dengan opsi-opsi yang diinginkan. Perintah-perintah VNC
dapat dilihat dengan mengetikkan kata “vnc” diikuti dengan menekan tombol tab, sedangkan opsi-opsi tambahan untuk perintah-perintah VNC dapat dilihat di manualnya dengan menggunakan perintah man atau –help.
# man vncserver
atau
# vncviewer –help
Setelah address tujuan dan password dimasukkan akan terbuka sebuah
window yang akan berisi tampilan desktop dari komputer yang sedang kita
akses secara remote. Hasil tampilan dari komputer remote dengan
menggunakan VNC di Linux tidak ada perbedaan dengan di Windows. Hanya
saja pada tampilan VNC di Windows mempunyai beberapa fasilitas yang
sulit dilakukan di Linux. Misalnya saja fasilitas untuk mengirimkan
perintah Ctrl-Alt-Del yang lazim digunakan di komputer
Windows, pada VNC di Windows hal ini dapat dilakukan dengan klik kanan
di bagian atas konsol aksesnya, tapi di Linux tidak dapat dilakukan.
Tapi kekurangan itu dapat diatasi dengan adanya kemampuan VNC untuk
diakses melalui browser yang menyediakan fasilitas sama baiknya untuk
Windows ataupun Linux.
Menggunakan VNC secara lintas platform
Satu hal yang sangat menarik dari VNC adalah kemampuannya yang dapat
dioperasikan secara lintas platform. Suatu VNC viewer yang dijalankan
dari komputer platform apapun (Linux, Windows, Mac, dll.) dapat juga
digunakan untuk mengakses komputer yang telah diinstall VNC server juga
dalam platform apapun (Linux, Windows, Mac, dll.). Saya telah
menggunakan VNC pada sesama komputer Windows, pada sesama komputer
Linux, dari komputer Windows ke komputer Linux, dan dari komputer Linux
ke komputer Windows, yang telah dicoba aksesnya menggunakan file vncviewer di Linux & Windows dan juga melalui browser
Mozilla Firefox & Internet Explorer dari masing-masing platform,
dan berjalan dengan baik. Gambar berikut adalah contoh penggunaan VNC
viewer dari komputer Linux openSUSE 10.2 untuk mengakses secara remote
komputer Windows XP Professional menggunakan port HTTP 5800 melalui
browser Firefox.
Klo tman-tman dah baca kasih comment ya.








